Jumat, 22 April 2011

Yang dulu dan Kini 2

---- Saat kelas 4 SD, Aku menjadi pribadi yang lebih berprestasi, yang selalu mendapat peringkat 10 besar dikelas dan juga menjadi pribadi yang lebih mandiri. (mandiri cari uang jajan, dan mandiri dalam hal "mandi sendiri"....hehehe..... Disekolahan, Aku termasuk murid yang mudah bergaul dengan siapa saja. Dilingkungan rumahku pun, Aku termasuk bocah yang cukup dikenal masyarakat, ya... maklum saja,.. Aku sejak kecil memang sudah terbiasa bertemu dengan warga masyarakat... Karena waktu itu, Aku adalah penjual gorengan, sebuah pekerjaan yang menuntutku harus berkeliling kerumah-rumah warga,... jadi, tak mungkinlah kalo masyarakat tak mengenal sosok yang setiap sore selalu meneriakkan "gedang goreng, gedang goreng, jemblem, rondo royal, rondo royal" ... ya... semua itu nama jajan jualanku... ... heeeemm,  ..... Kalau aku mengingat masa masa itu...  aku jadi teringat dengan upahku ... hahahaha... Model bisnis jualanku waktu itu, setiap 10 gorengan yang terjual, aku berhak menerima uang dari 2 gorengan hasil penjualan.... jadi, kalo jaman sekarang itung-itunganya 80 , 20... yang 80% untuk yang buat gorengan, dan yang 20% itu adalah upahku... Jumlah yang tidak sedikit untuk ukuran uang jajan bocah seumuranku..... alhamdulillah...

------"Ohya, aku juga ingin cerita kalau sejak kelas 3 SD, aku sudah tidak pernah tidur lagi dengan keluargaku, tapi aku tidur dengan "Nyai", panggilan untuk nenek, ibu dari Bapak. Nenek ku  telah menjanda sejak tahun 1963, dan itulah alasan mengapa aku harus tidur dengan nenek. IOrang tuaku kasihan melihat nenek yang sudah tua harus tinggal sendiri dirumahnya, oleh karenanya sebagai cucu laki-laki, aku diharuskan tidur dirumah nenek setiap malam, kurang lebih itu berjalan enam tahun. Sampai akhirnya nenekku meninggal saat aku kelas 3 SMP. Saat nenek meninggal, usianya sudah 99 tahun, heeemmmmm.........sebuah perjalanan hidup yang sangat panjang.... 

----- Bercerita tentang nenek, membuatku sedih dan ingin memeluknya lagi, walau hanya dalam bayang-bayang tentunya.... Nenekku setiap malam tak pernah lelah menceritakan dongeng saat aku beranjak tidur, dan dialah pula orang yang selalu memberi wejangan kepadaku tentang arti sebuah perjuangan dan kesederhanaan!!! ya .. dua hal itu yang masih terus tergiang ditelingaku sampai sekarang ini.... sebuah warisan berharga yang tak akan pernah habis untuk dinikmati.
----- Nenekku memiliki darah keturunan dari suku Madura. Dia asli Sumenep, salah satu kabupaten dipulau Madura. Nenekku termasuk wanita tangguh!! bayangkan saja, anak dari perkawinan nenek dengan kakekku berjumlah 5 orang, termasuk Bapak,  dan anak bawaan dari kakek sendiri ada 3 orang, sedangkan anaknya dengan suami yang pertama ada 1 orang. Jadi jumlah semua anak yang dirawat nenekku setelah sepeninggal kakek berjumlah 9 orang!! wooow... Jumlah yang jelas tidak sedikit... Dan kesembilan anak-anaknya dirawat sendiri olehnya sejak tahun 1963.... heeemm, benar-benar sebuah perjuangan!!  tak  salah apabila aku menyebut nenek sebagai seorang wanita yang tangguh!! Bagiku sebutan wanita besi bukanlah sosok Margaret Thacher, tapi Boami.... Ya, itulah nama nenekku, Si Wanita Besi yang sebenarnya!!

------------------

------- Kakek ku meninggal karena diracun oleh oknum PKI. Menurutku, diracun itu sama saja dengan dibunuh!!!... Kakek ku adalah seorang tokoh Islam yang berpengaruh didaerah tempat tinggalku dan sekaligus seorang "pokrol", sebutan untuk seorang pengacara waktu itu. Dari cerita Bapak (saat kakek meninggal, bapak ku masih berumur 6 tahun) itulah alasan mengapa kakek menjadi salah satu korban keganasan orang-orang PKI tahun 1963. hem,..... PKI memang dikenal memusuhi tokoh-tokoh agama, khususnya tokoh-tokoh agama Islam. Ustad, pak Kyai adalah musuh utama mereka. Kakek diracun saat jamuan makan dalam acara hajatan dirumah salah satu warga desa. Kakek akhirnya meninggal dirumah tanpa sempat untuk dilarikan kerumah sakit, waktu meniggalnya kakek hanya berselang 3 jam setelah kakek menyantap makanan yang telah diberi racun....., begitulah kisah tragis kakeku, sekarang, aku hanya bisa berdoa semoga beliau diberi tempat yang paling pantas disisi-Nya.... amin

-----to be continue------

Senin, 18 April 2011

UTS on Campus

Pagi ini kota Malang diselimuti hawa dingin, sudah beberapa hari terakhir Malang lebih dingin dari hari biasanya. Ya, yang aku tau biasanya musim dingin di Kota Malang datang waktu pendaftaran mahasiswa baru, atau sekitar bulan Juni-Juli. Tapi sepertinya sekarang musim dingin datang lebih awal, sampai-sampai mandi pun terasa seperti pake air es!! aarrgggg. Tapi untungnya meskipun terasa dingin, matahari masih menunjukkan sinar kehangatannya. Heemmmmm.....

Jam 7 aku sudah siap berdiri didepan Carrefour nunggu angkot ADL yang akan mengantarkanku menuju kampus, sepanjang perjalanan pemandangan kota Malang ya begitu begitu saja, tak ada banyak perubahan kecuali jalanan semakin sempit!!

Jam 8 aku sudah sampai dikampus, perjalanan dari kosan ke kampus biasanya kurang lebih 1 jam. Sampai dikampus tujuan pertamaku adalah warnet. Ya, Aku mau ngerjakan tugas UTS social marketing, tugas Task Home tapi aku kerjain dikampus.. hehe. Ada 2 tugas yang aku kerjakan, satu tugasku sendiri, satunya lagi punya temenku. Tapi saat aku nulis catatan ini, semua tugas alhamdulillah semua suah selesai.

Sekarang,  Aku lagi duduk di kursi nomor 20, samping kanan kiri ku sudah tidak ada orang, hanya didepanku ada satu cewek berjilbab yang mukanya aku nggak bisa liat karena terhalau monitor. Jujur, sekarang aku lagi suntuk, nunggu jadwal ujian 2 jam lagi!!! hemmmm bener2 waktu yang membosankan.

Ohya satu lagi kegelisahanku hari ini,  aku nggak pakai celana kain warna hitam. Padahal sesuai aturan UTS, semua peserta ujian wajib menggunakan celana kain warna hitam. Yang aku pakai sekarang sebenarnya juga warna hitam, tapi bukan bahan kain, tapi sejenis jeans. Ya semogalah nanti waktu ujian dikelas pengawasnya nggak ngeliat. tapi kalaupun nanti pengawasnya tau ya juga nggak apa apa, toh Aku juga memang nggak pakai sesuai aturan. Dan siap-siap menerima kemungkinan terburuk  (ANDA TIDAK DIPERKENANKAN IKUT UTS) ...!!  oh NO...!!


Minggu, 17 April 2011

Yang Dulu dan Kini 1

Mulai detik ini aku mulai yakinkan diriku sendiri --AKU BISA MENULIS !!--,, ya, menulis semuanya tentang yang aku rasain, dan aku alamin... menulis semuanya tentang aku, tentang duniaku... dan aku mencoba memulai tulisanku dari ...................



----------Aku adalah anak ke dua dari tiga bersaudara, memiliki kakak sekaligus adik. Saat ini kakak ku sudah menikah dan memiliki tiga orang anak, adik perempuanku saat ini masih kelas 4 SD. Aku terlahir dari keluarga muslim sederhana. Bapak ku adalah seorang wiraswasta, dan Ibu ku adalah seorang pedagang. Aku dilahirkan di sebuah desa di kabupaten paling ujung pulau jawa, biasa orang menyebutnya daerah santet. Meskipun begitu, sejak kecil tidak ada dalam benakku niat untuk membantah atau membenarkan perkataan orang kalau daerah kelahiranku itu adalah daerah santet. Ya wajar, mungkin waktu itu yang ada dalam pikirinku sebagai anak kecil masih bermain, bermain, dan bermain..... Setelah aku dewasa sekarang ini, julukan daerah santet memang tak pernah lagi aku dengar, mungkin karena memang daerahku bukanlah daerah santet!!! ......



---------Sejak usia SD, aku sudah terbiasa dengan yang namanya bekerja. Aku bekerja sebagai penjual gorengan kalau sore setelah mengaji, tukang ambil air kalau memang ada orang yang menyuruh, dan mengepel masjid  rutin setiap hari jumat, bahkan kegiatan mengepel masjid aku lakukan sampai aku lulus SMA, dan kegiatan itu selama kurang lebih sepuluh tahun. Waktu aku kecil bekerja adalah sebuah kewajiban. Maklum waktu itu jaman masih susah, jaman dimana orang jarang makan ayam (kecuali waktu lebaran), jarang orang punya tv, bahkan jaman itu juga jarang orang bepergian naik motor, waktu itu tahun 1996, dan saat itu aku berumur tujuh tahun.



--------Umur delapan tahun aku sudah kelas 2 SD, saat itu yang kuingat hanyalah setiap kali ujian caturwulan 1,2 dan 3, aku selalu menangis dikelas, waktu itu aku merasa sangat bodoh !!! Saat ujian aku selalu menjadi murid yang keluar kelas terakhir kali,  karena aku kesulitan mengerjakan soal ujiannya. Waktu itu aku memang tidak pernah yang namanya belajar. Waktu malamku selalu aku habiskan untuk bermain petak umpet (delik-delik'an). Namun anehnya, meskipun aku menjadi murid terbodoh dan selalu menangis ketika ujian, saat itu nggak ada rasa malu sedikitpun dibenakku. Mungkin karena waktu itu nggak ada yang namanya gengsi....ya, kata gengsi memang masih belum dikenal waktu itu ....



--------Memasuki kelas 3 SD aku menjadi anak yang berubah 180 derajat. Perubahanku itu karena hasil didikan dari seorang purnawirawan tentara, namanya Imam Soepardi, biasa aku memanggilnya Pak Imam. Dialah orang yang bisa membuatku lebih baik, orang yang sangat berjasa sepanjang hidupku. Sampai saat ini pun aku masih menganggapnya sebagai Pahlawan Pendidikanku!! Setiap malam aku selalu rajin belajar dirumahnya. kadang sehabis belajar aku juga mendapatkan makanan, nasi goreng. heeeem, kalo membayangkan waktu itu aku merasa terharu... karena sampai saat ini aku masih belum bisa membalas jasa-jasanya... di sekolahan, aku menjadi murid yang sangat rajin bahkan boleh dibilang disiplin. (mungkin karena pengaruh sosok Pak Imam).



---------Tidak ada lagi kata malas mengerjakan PR,  setiap ada PR sepulang sekolah pasti langsung aku kerjakan.... Aku mulai gemar membaca buku.... buku-buku yang ku baca waktu itu adalah buku diperpustakaan sekolah, setiap sore sebelum mengaji pasti aku dengan Rizal (sahabat terbaikku) selalu menyempatkan bermain dilingkungan sekolah... jarak rumahku dengan sekolah hanya sekitar 100 meter. aku juga SUKA MENCURI buku-buku diperpustakaan , sampai-sampai aku memiliki puluhan buku hasil curianku. dan aku jadikan perpustakaan mini dirumah!!! (saat ini  aku baru merasa berdosa......hahaha) .....aku mencuri buku-buku tersebut bukan tanpa alasan, alasan yang pertama, karena kedua orang tuaku belum pernah membelikanku buku bacaan  (saat itu daripada beli buku lebih baik uangnya dibelikan beras), ya .... aku memang tidak pernah memaksa mereka untuk membelikanku buku... alasan yang kedua toh buku itu memang untuk dibaca, daripada usang tertutup debu  'pikirku..( saat itu perpustakaan sekolah tidak pernah dibuka).... aku bisa masuk keperpustakaan sekolah atas bantuan Priska (teman sekelas sekaligus cucu penjaga sekolah). . dialah yang pegang kunci ruang perpustakaan ... aku pikir dia juga berjasa dalam kasus pencurianku itu..... (ikut menanggung dosa bersama.....hehehe)

Sejak aku mulai rajin belajar dan suka membaca, aku bukan lagi menjadi murid yang selalu menangis saat ujian, dan juga bukan menjadi murid yang selalu  keluar kelas terakhir kali ,  tapi menjadi murid yang masuk peringkat lima besar !!! prestasi pertamaku....!!



 --------to be continue................