Mulai detik ini aku mulai yakinkan diriku sendiri --AKU BISA MENULIS !!--,, ya, menulis semuanya tentang yang aku rasain, dan aku alamin... menulis semuanya tentang aku, tentang duniaku... dan aku mencoba memulai tulisanku dari ...................
----------Aku adalah anak ke dua dari tiga bersaudara, memiliki kakak sekaligus adik. Saat ini kakak ku sudah menikah dan memiliki tiga orang anak, adik perempuanku saat ini masih kelas 4 SD. Aku terlahir dari keluarga muslim sederhana. Bapak ku adalah seorang wiraswasta, dan Ibu ku adalah seorang pedagang. Aku dilahirkan di sebuah desa di kabupaten paling ujung pulau jawa, biasa orang menyebutnya daerah santet. Meskipun begitu, sejak kecil tidak ada dalam benakku niat untuk membantah atau membenarkan perkataan orang kalau daerah kelahiranku itu adalah daerah santet. Ya wajar, mungkin waktu itu yang ada dalam pikirinku sebagai anak kecil masih bermain, bermain, dan bermain..... Setelah aku dewasa sekarang ini, julukan daerah santet memang tak pernah lagi aku dengar, mungkin karena memang daerahku bukanlah daerah santet!!! ......
---------Sejak usia SD, aku sudah terbiasa dengan yang namanya bekerja. Aku bekerja sebagai penjual gorengan kalau sore setelah mengaji, tukang ambil air kalau memang ada orang yang menyuruh, dan mengepel masjid rutin setiap hari jumat, bahkan kegiatan mengepel masjid aku lakukan sampai aku lulus SMA, dan kegiatan itu selama kurang lebih sepuluh tahun. Waktu aku kecil bekerja adalah sebuah kewajiban. Maklum waktu itu jaman masih susah, jaman dimana orang jarang makan ayam (kecuali waktu lebaran), jarang orang punya tv, bahkan jaman itu juga jarang orang bepergian naik motor, waktu itu tahun 1996, dan saat itu aku berumur tujuh tahun.
--------Umur delapan tahun aku sudah kelas 2 SD, saat itu yang kuingat hanyalah setiap kali ujian caturwulan 1,2 dan 3, aku selalu menangis dikelas, waktu itu aku merasa sangat bodoh !!! Saat ujian aku selalu menjadi murid yang keluar kelas terakhir kali, karena aku kesulitan mengerjakan soal ujiannya. Waktu itu aku memang tidak pernah yang namanya belajar. Waktu malamku selalu aku habiskan untuk bermain petak umpet (delik-delik'an). Namun anehnya, meskipun aku menjadi murid terbodoh dan selalu menangis ketika ujian, saat itu nggak ada rasa malu sedikitpun dibenakku. Mungkin karena waktu itu nggak ada yang namanya gengsi....ya, kata gengsi memang masih belum dikenal waktu itu ....
--------Memasuki kelas 3 SD aku menjadi anak yang berubah 180 derajat. Perubahanku itu karena hasil didikan dari seorang purnawirawan tentara, namanya Imam Soepardi, biasa aku memanggilnya Pak Imam. Dialah orang yang bisa membuatku lebih baik, orang yang sangat berjasa sepanjang hidupku. Sampai saat ini pun aku masih menganggapnya sebagai Pahlawan Pendidikanku!! Setiap malam aku selalu rajin belajar dirumahnya. kadang sehabis belajar aku juga mendapatkan makanan, nasi goreng. heeeem, kalo membayangkan waktu itu aku merasa terharu... karena sampai saat ini aku masih belum bisa membalas jasa-jasanya... di sekolahan, aku menjadi murid yang sangat rajin bahkan boleh dibilang disiplin. (mungkin karena pengaruh sosok Pak Imam).
---------Tidak ada lagi kata malas mengerjakan PR, setiap ada PR sepulang sekolah pasti langsung aku kerjakan.... Aku mulai gemar membaca buku.... buku-buku yang ku baca waktu itu adalah buku diperpustakaan sekolah, setiap sore sebelum mengaji pasti aku dengan Rizal (sahabat terbaikku) selalu menyempatkan bermain dilingkungan sekolah... jarak rumahku dengan sekolah hanya sekitar 100 meter. aku juga SUKA MENCURI buku-buku diperpustakaan , sampai-sampai aku memiliki puluhan buku hasil curianku. dan aku jadikan perpustakaan mini dirumah!!! (saat ini aku baru merasa berdosa......hahaha) .....aku mencuri buku-buku tersebut bukan tanpa alasan, alasan yang pertama, karena kedua orang tuaku belum pernah membelikanku buku bacaan (saat itu daripada beli buku lebih baik uangnya dibelikan beras), ya .... aku memang tidak pernah memaksa mereka untuk membelikanku buku... alasan yang kedua toh buku itu memang untuk dibaca, daripada usang tertutup debu 'pikirku..( saat itu perpustakaan sekolah tidak pernah dibuka).... aku bisa masuk keperpustakaan sekolah atas bantuan Priska (teman sekelas sekaligus cucu penjaga sekolah). . dialah yang pegang kunci ruang perpustakaan ... aku pikir dia juga berjasa dalam kasus pencurianku itu..... (ikut menanggung dosa bersama.....hehehe)
Sejak aku mulai rajin belajar dan suka membaca, aku bukan lagi menjadi murid yang selalu menangis saat ujian, dan juga bukan menjadi murid yang selalu keluar kelas terakhir kali , tapi menjadi murid yang masuk peringkat lima besar !!! prestasi pertamaku....!!
--------to be continue................
Tidak ada komentar:
Posting Komentar