Sebagai pemateri ketiga dalam Kuliah Luar Biasa Public Speaking Ilmu Komunikasi angkatan 2008 UMM yang bertempat di ruang Sidang Rektorat (10/6/11), Haris Purnomo tampil sebagai pemateri khusus dari praktisi media, khususnya media radio. Sebagai salah satu penyiar di stasiun radio MITRA, Haris Purnomo menjelaskan bahwa “Komunikasi adalah seni menyampaikan pendapat”. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa dalam berkomunikasi, seorang komunikator haruslah banyak mengetahui segala informasi. Dalam bahasan selanjutnya, ia juga menjelaskan bahwa sebagai seorang jurnalis, kita dituntut untuk dapat menghasilkan berita yang berimbang (cover both side). Selain itu pekerjaan jurnalis juga dapat dikatakan sebagai penyambung 2 kepentingan, yaitu antara kepentingan sumber berita dan pembaca berita.
Dalam dunia media massa, etika pemberitaan juga perlu diperhatikan. Hal ini berkaitan dengan apa saja yang layak untuk dimuat sehingga dalam proses pemberitaan tidak ada pihak yang merasa dirugikan.
Dalam dunia penyiaran radio, menurut Haris Purnomo ada beberapa yang perlu diperhatikan, antara lain:
- Suara penyiar harus mampu didengar dengan situasi yang mencerminkan kondisi.
- Kata-kata yang digunakan harus menarik sehingga pendengar tertahan untuk mendengar.
- Pemilihan kata harus tepat.
- Lebih baik diam sejenak untuk pesan bisa sampai
- Prinsip ‘komunikasi efektif itu bisa dekat”.
- Personal (kepribadian diri) itu mempengaruhi citra.
Dalam sesi tanya jawab, Haris Purnomo juga menjawab salah satu pertanyaan dari peserta yang hadir tentang bagaimana kenetralan sebuah berita?. Ia menjelaskan bahwa fungsi utama media adalah sebagai fasilitator sebuah informasi. Tapi terkadang juga sebuah media akan melakukan pemilihan berita yang layak muat sesuai dengan ideologi / citra dari media yang bersangkutan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar