Tabrakan kereta dengan truk tangki pengangkut BBM milik Pertamina di perlintasan Pondok Betung, Jakarta Selatan yang terjadi Senin (9/12) siang kemarin.
Oleh banyak media di duga terjadi akibat aksi sang pengemudi truk BBM yang memaksa menerobos palang pintu perlintasan yang sudah mulai menutup serta tak mengindahkan peringatan bunyi sirine.
Kejadian tersebut seakan menghentakkan ingatan kita, bahwa aksi menerobos palang pintu perlintasan disaat kereta akan melintas, sangat membahayakan dan merugikan banyak pihak. Terlebih bila sampai
terjadi kecelakaan dan menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.
Kecelakaan yang terjadi dan merenggut nyawa seorang masinis, asisten masinis, teknisi kereta serta 4 penumpang KRL tersebut. Kian menambah daftar panjang korban jiwa akibat kecelakaan yang melibatkan kereta api.
Sebagaimana menurut data dari Kementerian Perhubungan. Ada 32 kasus kecelakaan KA selama 2013 sampai minggu ke 2 bulan Desember. Dan kecelakaan terakhir yang dikenal sebagai tragedi Bintaro 2 ini adalah kecelakaan kereta api terburuk selama tahun 2013.
Kesimpulan saya, tanpa bermaksud mendahului hasil penyelidikan atau investigasi oleh pihak berwenang (Polri dan KNKT). Kecelakaan yang menyebabkan 7 nyawa melayang serta puluhan luka-luka tersebut, memang
diakibatkan oleh kelalaian pengemudi truk pengangkut BBM Pertamina tersebut.
Ketidaksabaran, ketidaksiplinan serta aksi semena-mena tak mematuhi rambu lalu lintas menjadi faktor penentu penyebab kecelakaan yang terjadi.
Tak heran bila aksi melanggar lalu lintas, khususnya para pengendara yang nekat menerobos palang pintu diperlintasan kereta, semakin
menunjukkan bahwa kedisiplinan
serta kesabaran dalam menunggu
atau mendahulukan kereta yang akan lewat, masih sangatlah minim.
Pula tak bisa disangkal. Di banyak titik perlintasan kereta yang lain
juga masih sering kita menjumpai
para pengendara yang nekat menerobos palang pintu. Atau pengendara motor yang mencari celah melewati palang pintu hanya sekedar untuk mendekati
rel kereta.
Tindakan tersebut, selain dapat membahayakan keselamatan diri sendiri, juga sangat membahayakan keselamatan orang lain. Terlebih keselamatan
perjalanan kereta api yang sedang melintas.
Maka, dengan berkaca pada tragedi Bintaro 2 ini. Penting bagi kita semua mulai sekarang untuk memiliki kesadaran dan kepedulian keselamatan bersama guna kenyamanan dan kelancaran dalam berlalu lintas. Dengan cara yang sederhana, yakni patuhilah setiap rambu-rambu jalan dan ikutilah setiap petunjuk selama dalam perjalanan.
Khusus saat diperlintasan kereta, hendaklah bersabar menunggu kereta yang akan lewat. Atau justru kita yang akan diantar kereta jenazah ke liang lahat .........
Akhir kata: Sayangi jiwa kita dan orang lain!
#Berkisah/30
![]() |
| Sumber: Google |
![]() |
| Sumber: Google |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar