Jumat, 30 Desember 2011

Mahasiswa IKOM Hijaukan Panderman



Batu, Minggu (25/12) bertempat di Desa Toyomerto mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang menggelar serangkaian acara bertajuk “Go Green – Lestarikan Hutan, Selamatkan Masa Depan”. Acara yang digagas oleh seluruh mahasiswa kelas Ekternal Internal PR 2009 ini merupakan aksi nyata kepedulian mahasiswa dalam membawa misi pelestarian bagi lingkungan, mengingat beberapa waktu lalu terjadi kebakaran hutan di puncak Gunung Panderman. Acara yang melibatkan kurang lebih 400 orang ini terdiri dari berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari: Bakti Sosial; Tracking Panderman; Penanaman 2000 Pohon; Pentas Seni Rakyat dan diakhiri dengan Pelepasan 1000 burung Pipit.

Dalam sambutannya, perwakilan Panitia Pelaksana menjelaskan, bahwa keseimbangan ekosistem yang ada didaerah pegunungan wajib dijaga, selain untuk menyelamatkan lingkungan, aksi ini juga bertujuan untuk melestarikan habitat burung di daerah gunung Panderman. Sementara itu, Dosen Pembina yang juga berkesempatan memberikan sambutan, Ibu Anna Maria Ulfa menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan media latihan para mahasiswa PR dalam membuat program Eksternal Relations bagi sebuah perusahaan. Program ini bertujuan untuk menjalin kedekatan yang saling menguntungkan antara pihak perusahaan dengan masyarakat. 
-------- Acara Tracking dimulai sejak pukul 05.00 dan diikuti kurang lebih 30 peserta yang terdiri dari mahasiswa Ilmu Komunikasi dan Pramuka UMM. Sedangkan acara penghijauan di Desa Panderman diikuti kurang lebih 20 mahasiswa dengan dibantu puluhan warga sekitar untuk menanam 300 pohon berbagai jenis. Acara penanaman pohon selesai pukul 09.30. Para peserta kemudian melanjutkan perjalanan ke SDN Pesanggrahan 2 Batu untuk mengikuti acara selanjutnya yaitu pentas seni rakyat dan pelepasan 1000 burung Pipit.
Tepat pukul 12.30 wib kegiatan pentas seni rakyat dimulai. Acara yang dihadiri seluruh mahasiswa External Internal PR dan puluhan warga desa Toyomerto berjalan cukup meriah. Hiburan musik dangdut dengan dua penyanyi lokal mampu menarik perhatian masyarakat untuk datang menyaksikan acara ini. Dengan suguhan musik yang memanjakan telinga, para warga yang hadir larut dalam nuansa santai dan menghibur. Tak sedikit dari mereka yang ikut berjoged, bahkan juga ada beberapa di antara warga yang hanya dengan “joged jempol”. Berbagai judul lagu dinyanyikan para penyanyi, termasuk Cicil dan Yudha wakil dari mahasiswa dengan ditemani sejumlah pemuda yang asyik ikut berjoged diatas panggung, ah, semakin menguatkan citra dangdut memang benar-benar untuk rakyat..
Acara pentas seni rakyat ini ditutup dengan aksi pelepasan 1000 burung pipit oleh bapak Bambang selaku wakil masyarakat dengan ditemani Ibu Anna dan puluhan anak-anak desa.

Sabtu, 29 Oktober 2011

News Release PR Club


PUBLIC RELATIONS CLUB UMM

Sekretariat : Departemen Ilmu Komunikasi GKB 1 6th Floor
           Jl. Raya Tlogomas No.246 Malang 65144


PEMBEKALAN SKRIPSI MAHASIWA ILMU KOMUNIKASI ANGKATAN 2007-2008


Malang, (02/11/2011) bertempat di Aula BAU Universitas Muhammadiyah Malang, Public Relations Club akan kembali menyelenggarakan acara ‘Pembekalan Skripsi Mahasiswa Ilmu Komunikasi Angkatan 2007-2008’. Acara yang dikemas secara sederhana ini akan dihadiri lebih dari 125 mahasiswa angkatan 2007 dan 2008. Pemateri yang nantinya akan mengisi kegiatan pembekalan tersebut adalah Dr. Tri sulistyaningsih M.Si  (Ketua Jurusan Ilmu Pemerintahan), Dra. Frida Kususmastuti, M.Si (Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi) dan Nurudin, M.Si (Sekretaris Jurusan Ilmu Komunikasi). 
 Sementara itu Ketua Pelaksana kegiatan Syamsul Bahri mengatakan dengan adanya pembekalan skripsi ini, diharapkan mahasiswa yang tengah mengambil program skripsi akan terbantu dalam proses pengerjaannya, karena materi yang disiapkan oleh para pemateri sangat bermanfaat. Materi yang akan disampaikan antara lain: humaniora pengerjaan skripsi; metode penelitian kuantitatif; metode penelitian kualitatif dan tips penulisan skripsi.
Acara ini akan dimulai pukul 09.00 -12.00 wib dengan bebas biaya masuk. Untuk memanjakan peserta, panitia juga telah menyiapkan bingkisan menarik bagi peserta yang beruntung. .
Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi website kami : http://prc-umm.blogspot.com atau  silahkan menghubungi :
M.Khoharrudin                                                         
T   : 0821 4170 8048
FB: prclubumm@gmail.com

Kamis, 14 Juli 2011

Belajar Nulis Berita


Visit Corporate Anggota Baru PR Club 2011
PR Club UMM, Kamis (19/5/11) mengadakan kunjungan ke PT. Telkom  Indonesia  Jatim dan Kantor Redaksi Jawa Pos di Surabaya .
Kunjungan yang diikuti oleh 21 peserta dari anggota baru PR Club ini, berangkat dari Kampus III UMM tepat pukul 07.10 wib.  Tujuan pertama dari kunjungan adalah kantor Telkom Indonesia Jatim yang berada di Jl. Ketintang III no. 156 Surabaya.  Rombongan tiba pada pukul 09.30 wib dan disambut langsung oleh Winda, staf Communication and Public Relation Division Telkom Indonesia Jatim. Peserta langsung diarahkan menuju ruang pertemuan Balairung. 
Manager Communications and Purel  Telkom Indonesia  Jatim, Ivone Andayani, mengatakan “Pentingnya peranan PR dalam membangun Branding Image and Reputation di Telkom Indonesia”. Menurutnya, ada 6 hal yang harus dilakukan seorang PR di Telkom Indonesia, yaitu: emotional appeals; product & service; vision & leadership; workplace environment; financial performance dan social responsibility.
Menyinggung masalah CSR, “Program CSR yang dilakukan oleh Telkom Indonesia Jatim, adalah membangun jaringan hotspot/wifi di Taman Bungur Kota Surabaya secara gratis untuk masyarakat dengan menghabiskan dana 1,5 M” jelasnya. Di akhir acara kunjungan, Telkom Indonesia Jatim juga memberikan bingkisan cantik dari produk Speedy untuk 2 peserta yang beruntung. 

Perjalanan peserta PR Club Visit Corporate dilanjutkan menuju Kantor Redaksi Jawa Pos. Peserta kunjungan yang tiba pukul 13.30 wib, mereka langsung diarahkan menuju ruang redaksi Jawa Pos yang berada dilantai 4 gedung Graha Pena. Peserta disambut hangat oleh Kepala Koordinator Liputan Jawa Pos, Baehaqi. Dalam kunjungan ini, peserta dijelaskan bagaiamana proses produksi sebuah berita dan sistem kerja para wartawan Jawa Pos. “Kualitas Isi (informasi,faktual), Kualitas Penyajian (layout), dan Pelayanan (pola distribusi) adalah unsur paling penting dalam penjualan surat kabar Jawa Pos “, ujar Baehaqi. Di akhir acara, para peserta  juga dikenalkan dengan ruang kerja Redaksi dan Wartawan dalam mengolah berita.
“Kegiatan PR Club Visit Corporate ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada anggota baru PR Club UMM, dalam memahami aktifitas praktisi PR dalam sebuah perusahaan serta bagaimana cara Media mengolah sebuah berita.” tutup Fitrianingsih, selaku Ketua Pelaksana. (khr)

Jumat, 17 Juni 2011

Resume Menejemen Siaran

Sebagai pemateri ketiga dalam Kuliah Luar Biasa Public Speaking Ilmu Komunikasi angkatan 2008 UMM yang bertempat di ruang Sidang Rektorat (10/6/11), Haris Purnomo tampil sebagai pemateri khusus dari praktisi media, khususnya media radio. Sebagai salah satu penyiar di stasiun radio MITRA, Haris Purnomo menjelaskan bahwa “Komunikasi adalah seni menyampaikan pendapat”. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa dalam berkomunikasi, seorang komunikator haruslah banyak mengetahui segala informasi. Dalam bahasan selanjutnya, ia juga menjelaskan bahwa sebagai seorang jurnalis, kita dituntut untuk dapat menghasilkan berita yang berimbang (cover both side). Selain itu pekerjaan jurnalis juga dapat dikatakan sebagai penyambung 2 kepentingan, yaitu antara kepentingan sumber berita dan pembaca berita.
Dalam dunia media massa, etika pemberitaan juga perlu diperhatikan. Hal ini berkaitan dengan apa saja yang layak untuk dimuat sehingga dalam proses pemberitaan tidak ada pihak yang merasa dirugikan.
Dalam dunia penyiaran radio, menurut Haris Purnomo ada beberapa yang perlu diperhatikan, antara lain:
  1. Suara penyiar harus mampu didengar dengan situasi yang mencerminkan kondisi.
  2. Kata-kata yang digunakan harus menarik sehingga pendengar tertahan untuk mendengar.
  3. Pemilihan kata harus tepat.
  4. Lebih baik diam sejenak untuk pesan bisa sampai
  5. Prinsip ‘komunikasi efektif itu bisa dekat”.
  6. Personal (kepribadian diri) itu mempengaruhi citra.
Dalam sesi tanya jawab, Haris Purnomo juga menjawab salah satu pertanyaan dari peserta yang hadir tentang bagaimana kenetralan sebuah berita?. Ia menjelaskan bahwa fungsi utama media adalah sebagai fasilitator sebuah informasi. Tapi terkadang juga sebuah media akan melakukan pemilihan berita yang layak muat sesuai dengan ideologi / citra dari media yang bersangkutan.

Resume Costumer Care

Dalam dunia perbankan, Customer Satisfaction & Service Excellent adalah tujuan yang paling utama. Hal tersebut disampaikan Rahmat Arif Nasution, selaku Customer Care BNI Cabang UMM dalam kesempatan memberikan materi dalam Kuliah Luar Biasa Public Speaking Ilmu Komunikasi angkatan 2008 UMM yang bertempat di ruang Sidang Rektorat (10/6/11). Sebagai pemateri kedua, Ia menjelaskan bahwa dalam dunia bisnis khususnya perbankan, yang dijual adalah produk komunikasi (jasa). Maka tak mengherankan apabila kepuasan nasabah menjadi primadona dalam dunia bisnis ini. Kuncinya adalah ungkapan emosional yang menyenangkan.
Terlebih ia menyebutkan ada beberapa hal yang perlu dipahami berkaitan dengan tugas utama seorang Customer Care didunia perbankan khususnya BNI, antara lain:
  1. Berdasarkan penalarannya terhadap apa yang yang telah dia terima dan harapannya.
  2. Dipengaruhi pengalamannya terdahulu atau sebelumnya atau dari promosi.
  3. Loyalitas nasabah, pencapaian kepuasan nasabah yang kontinyu dengan serangkaian aktivitas pelayanan nasabah yang baik.
  4. Memenuhi kebutuhan dan harapan nasabah.
  5. Mengembangkan produk (barang atau jasa) yang sesuai dengan harapan nasabah.
  6. Menyampaikan (delivering) produk pada nasabah.
  7. Membantu nasabah dalam mengatasi masalahnya.
  8. Pelayanan PRIMA (Service Excellent).
  9. Pelayanan yang tidak hanya memenuhi namun berusaha untuk melampaui harapan nasabah.

Dalam kesempatan yang sama, Rahmat juga memberikan trik untuk menangggapi komplain dari para nasabah. Yang pertama adalah bersabar untuk mendengarkan dulu semua masalah yang dihadapi nasabah. Kedua, berikan sikap yang menunjukkan empati kepada nasabah dan yang terakhir adalah memberikan solusi yang tepat. Menurutnya, secara umum BNI sebagai lembaga perbankan telah cukup professional dalam menyelesaikan setiap komplain dari para nasabahnya. Di BNI telah ada saluran komunikasi untuk khusus menangani komplain, yaitu Corporate Email yang terpusat di Jakarta. Meskipun terpusat, penyelesaian masalah yang masuk dalam Corporate Email juga menggunakan prinsip lokalisasi permasalahan. Artinya setiap masalah atau komplain yang masuk akan selalu dilakukan cek dan ricek terlebih dahulu kepada pegawai bank / pihak yang bersangkutan. Ilustrasi, “ketika seorang nasabah di Malang mengalami pelayanan buruk ketika datang dikantor cabang BNI UMM, dan melayangkan surat komplain ke Corporate Email, maka petugas yang di Jakarta akan melakukan ricek kepada pihak kantor cabang BNI UMM sebelum memberikan jawaban atas komplain nasabah tersebut”.
Sebagai Customer Care perbankan, harus memahami cara dalam melayani berbagai macam jenis nasabah. Ada beberapa kasus yang perlu penanganan khusus, yaitu nasabah dari kelompok berduit. Mereka pada umumnya tidak ada waktu untuk mengantri, oleh karenanya pihak bank wajib menyediakan staf khusus dan tempat khusus dalam melayani nasabah kategori ini.

Analisis Kesan (Impression Analysis)
Saya merasa dalam sesi penyampaian materi yang dilakukan oleh Bpk. Rahmat terkesan biasa-biasa saja. Mungkin dikarenakan dalam menyampaikan materi, beliau terlalu didominasi dengan menyampaikan pengalaman-pengalaman pribadi yang menurut saya bukanlah substansi yang sangat penting. Penggunaan media presentasi (OHP) yang tidak dimaksimalkan, membuat materi yang disampaikan tak terarah dan terkesan asal ngomong (video yang diputar juga tidak maksimal dalam pemaknaan pesan yang disampaikan). Kalau dari sisi kelebihan, menurut saya hanya karena beliau dari praktisi perbankan, sehingga peserta (mahasiswa) menganggap sosok beliau sebagai sosok eklusif.


Resume Teknik Negosiasi

Sebagai praktisi PR professional, Tunggul Haribowo mampu membawa perusahaan tempat dimana ia bekerja menjadi perusahaan yang minim akan konflik internal maupun eksternal. Dengan menejemen krisis yang ia sebut give-give solution PT. Chevron terbukti mampu meminimalisir terjadinya konflik yang sangat merugikan reputasi dan citra perusahaan. Dari sisi pribadi, Tunggul Haribowo terlihat sangat cakap akan dunia ke-PR an. Maklum saja ia telah sekitar 25 tahun menjadi professional PR diperusahaan tambang berskala nasional tersebut. Dengan pernah menjadi pelatih Tinju, Tunggul Haribowo mampu menjadikan pengalaman “keras” hidupnya sebagai referensi untuk melakukan pekerjaan sebagai praktisi PR. Terbukti dengan banyaknya pengalaman hidupnya, ia dapat memposisikan diri secara tepat dalam struktur sosial dalam masyarakat (sipil, awak media, dan birokrat).
Sementara itu dalam kesempatan memberikan materi pada Kuliah Luar Biasa Public Speaking Ilmu Komunikasi angkatan 2008 UMM yang bertempat di ruang Sidang Rektorat (10/6/11), Tunggul Haribowo banyak memberikan informasi dunia PR Profesional kepada mahasiswa yang hadir. Salah satu materi yang dikemukakan adalah bagaimana Teknik Negosiasi yang baik. Seperti yang ia jelaskan, teknik negosiasi itu bersifat situasional, dan harus melihat substansi dari case (masalah) yang tengah terjadi. Dalam teknik negosiasi, sebagai seorang PR harus tahu kapan memulai proses negosiasi, kapan harus stop (berhenti), dan kapan harus memulai negosiasi kembali. Selain itu, ia juga menjelaskan bagaimana pentingnya berfikir rasional dalam pengambilan keputusan. Hal yang sangat ia tekankan kepada para mahasiswa PR adalah “Jangan pernah memutus decition (keputusan) pada saat tengah dalam kondisi ter-pressure (tertekan). Hal tersebut menurutnya dapat merugikan diri sendiri karena harus menanggung resiko dari hasil yang telah kita putuskan.
Seperti yang saya tulis di awal, konsep menejemen krisis give-give solution menjadi fokus utama dalam setiap menyelesaikan masalah oleh Tunggul Haribowo. Dengan konsep tersebut, menurutnya seorang PR haruslah memiliki insting berfikir yang etis dalam bekerja. Ketika terjadi sebuah krisis diperusahaan, seorang PR harus mengakomodir setiap keinginan atau kemauan dari pihak luar yang terlibat krisis. Dengan ilustrasi “mereka (pihak luar) menuntut 5, maka kita (PR) juga ajukan 5”, give-give solution.
Di PT. Chevron, seorang PR haruslah memiliki kemampuan untuk mengontrol atau meminimalisir masalah. Dengan menentukan area kerja (ring 1, ring 2 dan ring 3) seorang PR akan mampu melokalisir permasalahan dan dapat dengan tepat merumuskan strategi penyelesaian masalah yang terjadi. Selain itu, penggunaan bahasa sebagai instrument komunikasi juga memiliki andil cukup strategis dalam menangani krisis. Menurutnya, seorang PR harus dan perlu berkomunikasi menggunakan bahasa yang digunakan oleh publiknya. Karena hal itu sangat berpengaruh atas keberhasilan pesan yang disampaikan oleh PR kepada publik. Inti dari semua hal itu adalah bagaimana seorang PR mampu berkomunikasi dengan baik.
Melakukan setting tempat pada saat terjadi demonstrasi juga memiliki strategi khusus. Yaitu dengan tetap bersikap tenang, tidak panik bahkan kalau perlu membiarkan para demonstran berlama-lama diluar. Hal ini dikarenakan nantinya pada saat perwakilan dari para demontrasn diterima oleh jajaran menejemen perusahaan, mereka sudah dalam kondisi fisik yang lelah dan tidak fokus, sehingga nantinya akan sangat menguntungkan pihak perusahaan dalam mendikte atau mengontrol kemauan dan tuntutan para demonstran tersebut. Hal-hal yang perlu diperhatikan saat menerima perwakilan demonstran adalah:
  1. Tempat duduk menejemen perusahaan (PR) membelakangi sumber cahaya (sinar matahari atau lampu).
  2. Prinsipnya, bersabarlah menunggu para demonstran mengeluarkan semua tuntutan-tuntutannya (keluarkan “peluru”nya terlebih dahulu).
  3. Lakukan tekanan-tekanan pada saat kondisi perwakilan demonstran dalam kondisi fisik lelah dan tidak fokus/rasional.
Diakhir menyampaikan materi, Tunggul Haribowo juga menjelaskan pentingnya seorang PR memegang etika kebenaran dan tidak sungkan untuk melakukan permintaan maaf apabila itu memang sangat perlu dilakukan. Ia juga mengingatkan kepada semua yang hadir bahwa PR adalah jembatan yang terkadang juga dapat menjadi provokator. Oleh karenanya etika kebenaran itu penting dihayati.
Dalam menjalankan tugasnya, PR PT. Chevron tidak diperkenankan melakukan praktik suap kepada awak media (wartawan). Apabila itu terjadi, maka konsekuensianya adalah pemecatan.

Analisis Kesan (Impression Analysis)
Saya sangat terkesan dengan gaya bertutur Bpk. Tunggul Haribowo. Dalam menyampaiakan materi, beliau bersikap apa adanya dan sangat memperhatikan etika dalam berkomunikasi. Hal itu tercermin dalam pernyataannya diawal, bahwa beliau merasa sangat terkesan dapat memberikan materi kepada mahasiswa. Hal ini bagi saya pribadi,adalah sesuatu yang sederhana tapi sangat penuh arti. Secara keseluruhan, penyampaian materi tidak ada kekurangan, bahkan memiliki banyak kelebihan. Diantaranya adalah materi yang disampaikan adalah benar-benar materi yang sangat relevan dalam dunia mahasiswa Public Relations. Selain itu beliau mampu membuat peserta (mahasiswa) tertarik dengan gaya penyampaian materi yang ditandai adanya guyonan dan sesi tanya jawab.
Bpk. Tunggul Haribowo dalam menyampaikan materi juga banyak memberikan warna baru seputar dunia praktis PR. Pengalaman-pengalaman pribadi yang beliau sampaikan mampu menjadi “peluru” dalam membidik konsentrasi para peserta (mahasiswa) yang hadir. Dari sisi teknis, tidak ada masalah yang berarti dalam proses penyampaian materi oleh beliau. Over all, It’s OK.

Sabtu, 21 Mei 2011

Yang Dulu dan Kini 3

Setelah lulus SD, aku melanjutkan sekolah ke SMP Muhammadiyah 9 di pusat Kecamatan tempat tinggalku. Waktu itu Bapak yang memilihkan aku harus sekolah ditempat itu. Mungkin karena alasan Ideologi organisasi, ya waktu itu aku hanya bisa ikut saja. Kakakku juga alumni SMP Muhammadiyah 9.
Hanya aku dari sekian banyak teman sekelas waktu SD yang melanjutkan sekolah ke SMP Muhammadiyah 9. Semua temanku memilih melanjutkan sekolah ke SMP yang lebih bergengsi, yang lebih layak disebut Sekolah Menengah Pertama (SMP), kenapa aku bilang begitu, karena aku merasa SMP ku waktu itu boleh dibilang belum layak disebut SMP, Kenapa? nanti juga akan ketemu jawabannya ..... 
---------------Dan perjalananku menjadi murid SMP berawal dari sini.......
Aku masih ingat waktu aku mendaftar pertama kali menjadi calon murid SMP, perasaanku sangat senang. Maklum, aku pikir waktu itu aku akan menjadi orang yang lebih berani (berani naik "KOL", sebutan angkot didaerahku) karena pasti aku harus setiap hari naik kol menuju sekolah. Dan waktu mendaftar di SMP, aku adalah calon murid yang pertama mendaftar. Hmmm, aku memang harus cerita banyak tentang suka duka menjadi murid di SMP Muhammadiyah 9. 
SMP ku itu merupakan SMP yang kalo boleh jujur adalah SMP yang paling memprihatinkan dikecamatanku. Bayangkan, dari setiap kelas 1,2 dan 3 jumlah muridnya tidak lebih dari 20 anak, tapi waktu itu kelasku ada 27 anak. Jelas jumlah yang sangat sedikit dibanding dengan SMP-SMP lain dikecamatanku. 
---------Kelas 1, aku selalu mendapat peringkat pertama dikelas. Bahkan aku masih ingat, seluruh soal-soal harian yang diberikan guru waktu mengajar, selalu berhasil aku selesaikan dengan nilai sempurna, 10. Excelent!! hehe... Aku memang merasa menjadi murid yang paling pintar waktu itu (bukan mermaksud sombong, tapi emang kenyataan...hehehe). Sejak saat itu aku menjadi murid primadona oleh guru-guru disekolah. 
Ohya, kelas 1 aku sudah menemukan sosok seorang sahabat. Namanya Husen dan Arip. Kalo si Husen wajahnya sih mirip-mirip orang Negro, dan si Arip malah mirip sama orang Cina tak heran kalo kemudian Arip lebih dikenal dengan panggilan "Kacong". Sampai saat ini aku masih belum bisa lupa sama mereka. Mungkin karena waktu itu hubungan persahabatanku dengan mereka sangat kuat. Disekolah aku dan kedua sahabatku itu tak pernah pisah, kita selalu kompak. Bermain, mengerjakan tugas selalu bersama. Bahkan kalo bolos pun kita selalu bareng. . . hehe (aku juga mulai sering bolos). Kalo bolos, aku dan kedua sahabatku itu punya tempat andalan, ke pasar dan nongkrong pinggir kali. hahaha...... Tapi sayang saat ini aku sudah putus komunikasi dengan mereka, terakhir aku berkomunikasi dengan Husen 4 tahun yang lalu. Waktu itu Husen yang datang kerumahku pas libur lebaran. Kalo sama si Arip, sejak lulus SMP sampai sekarang ini aku tak pernah berkomunikasi lagi, kurang lebih sudah 8 tahun. 
-----------Awalnya aku sangat senang sekolah di SMP Muhammadiyah 9,  tapi lambat laun rasa senang itu berubah menjadi rasa sedih boleh dibilang prihatin. Bahkan aku waktu itu malu ketika ditanya orang, "sekolah dimana?"..... (itu satu pertanyaan yang sangat aku tidak harapkan). Motivasiku untuk sekolah hilang gara-gara banyak hal. Aku merasa SMP ku nggak bisa menjadi rumah kedua untukku. 
-------------to be continue------------

Selasa, 17 Mei 2011

Meet and Great

Meskipun hari ini libur nasional, aktivitasku dikampus ternyata nggak ada kata libur. Kadang ngiri juga sih  liat temen-temen SMA yang bisa liburan kemana-mana, jalan bareng temen, liburan sama keluarga, ya pokoknya liburan lah. Aku kapan nih liburan??? uda lama nggak libur.... ngarep liburan banget. Kalo liat kalender pendidikan kampus, yang pasti liburanku ntar akhir bulan Juni. yaaah masih lama, satu setengah bulan lagi, heemmm sabaaarr....".
Jam 7 pagi tadi aku uda posisi siap menuju kampus berdiri didepan carefour nunggu mobil,(angkot maksudnya....hehe) sambil bawa tas punggung yang lumayan berat. Maklum aja isinya beberapa buku, dokumen, tugas2 kampus sama air mineral... kalo ditimbang mungkin lebih 6 kilogram. haha untung sampe sekarang punggungku masih kuat, padahal aku nggak pernah pijat ato minum jamu. 
Jam 8.5 menit aku uda sampe dikampus. Sepanjang perjalanan menuju kampus, diangkot aku tidur, hehe soalnya masih ngantuk, tadi malem tidur larut banget, ngelembur tugas. 
Dikampus, hal yang pertama aku lakuin adalah nyiapin tempat buat acara Meet and Great organisasiku. Jadwal acaranya sih jam 9 pagi, tapi ya berhubung sebagai pengurus organisasi yg baik (hehehe...) aku wajib nyiapin segalanya dengan matang, biar sukses! amin... 
Jam 8.30 sekretaris organisasi,  namanya Fitri akhirnya datang juga.  langsung dah aku suruh dia ngelap meja hotspot biar bersih tanpa debu. biar enak kalo waktu acaranya ntar. Satu persatu pengurus organisasi datang, tapi sampe jam 9.30 peserta nya kok belum juga datang. sempet dag dig dug juga sih, jangan2 acaranya ni ntar kurang sukses. semoga aja tidak (buang jauh2 tuh pesimisme nya...!!).
Akhirnya 3 orang peserta datang tepat jam 9 lewat 45 menit, dan itu artinya molor 45 menit dari jadwal undangannya.... hem, maklumlah jam indonesia, ngaret. . . . tapi meskipun ngaret, aku masih bersyukur pesertanya ada juga yang datang. dan selang 30 menit kemudian 3 orang peserta lainnya datang. coba itung berapa menit 3 peserta terakhir terlambat??.. 1 jam 15 menit... huuuuh, bener2 Indonesia banget!!
Acaraku ini sih bisa dibilang sukses, ya meskipun yang datang cuman 50% nya aja, tapi yang penting acara tetep berlangsung dan selesai!... alhamdulillah.....



Jumat, 22 April 2011

Yang dulu dan Kini 2

---- Saat kelas 4 SD, Aku menjadi pribadi yang lebih berprestasi, yang selalu mendapat peringkat 10 besar dikelas dan juga menjadi pribadi yang lebih mandiri. (mandiri cari uang jajan, dan mandiri dalam hal "mandi sendiri"....hehehe..... Disekolahan, Aku termasuk murid yang mudah bergaul dengan siapa saja. Dilingkungan rumahku pun, Aku termasuk bocah yang cukup dikenal masyarakat, ya... maklum saja,.. Aku sejak kecil memang sudah terbiasa bertemu dengan warga masyarakat... Karena waktu itu, Aku adalah penjual gorengan, sebuah pekerjaan yang menuntutku harus berkeliling kerumah-rumah warga,... jadi, tak mungkinlah kalo masyarakat tak mengenal sosok yang setiap sore selalu meneriakkan "gedang goreng, gedang goreng, jemblem, rondo royal, rondo royal" ... ya... semua itu nama jajan jualanku... ... heeeemm,  ..... Kalau aku mengingat masa masa itu...  aku jadi teringat dengan upahku ... hahahaha... Model bisnis jualanku waktu itu, setiap 10 gorengan yang terjual, aku berhak menerima uang dari 2 gorengan hasil penjualan.... jadi, kalo jaman sekarang itung-itunganya 80 , 20... yang 80% untuk yang buat gorengan, dan yang 20% itu adalah upahku... Jumlah yang tidak sedikit untuk ukuran uang jajan bocah seumuranku..... alhamdulillah...

------"Ohya, aku juga ingin cerita kalau sejak kelas 3 SD, aku sudah tidak pernah tidur lagi dengan keluargaku, tapi aku tidur dengan "Nyai", panggilan untuk nenek, ibu dari Bapak. Nenek ku  telah menjanda sejak tahun 1963, dan itulah alasan mengapa aku harus tidur dengan nenek. IOrang tuaku kasihan melihat nenek yang sudah tua harus tinggal sendiri dirumahnya, oleh karenanya sebagai cucu laki-laki, aku diharuskan tidur dirumah nenek setiap malam, kurang lebih itu berjalan enam tahun. Sampai akhirnya nenekku meninggal saat aku kelas 3 SMP. Saat nenek meninggal, usianya sudah 99 tahun, heeemmmmm.........sebuah perjalanan hidup yang sangat panjang.... 

----- Bercerita tentang nenek, membuatku sedih dan ingin memeluknya lagi, walau hanya dalam bayang-bayang tentunya.... Nenekku setiap malam tak pernah lelah menceritakan dongeng saat aku beranjak tidur, dan dialah pula orang yang selalu memberi wejangan kepadaku tentang arti sebuah perjuangan dan kesederhanaan!!! ya .. dua hal itu yang masih terus tergiang ditelingaku sampai sekarang ini.... sebuah warisan berharga yang tak akan pernah habis untuk dinikmati.
----- Nenekku memiliki darah keturunan dari suku Madura. Dia asli Sumenep, salah satu kabupaten dipulau Madura. Nenekku termasuk wanita tangguh!! bayangkan saja, anak dari perkawinan nenek dengan kakekku berjumlah 5 orang, termasuk Bapak,  dan anak bawaan dari kakek sendiri ada 3 orang, sedangkan anaknya dengan suami yang pertama ada 1 orang. Jadi jumlah semua anak yang dirawat nenekku setelah sepeninggal kakek berjumlah 9 orang!! wooow... Jumlah yang jelas tidak sedikit... Dan kesembilan anak-anaknya dirawat sendiri olehnya sejak tahun 1963.... heeemm, benar-benar sebuah perjuangan!!  tak  salah apabila aku menyebut nenek sebagai seorang wanita yang tangguh!! Bagiku sebutan wanita besi bukanlah sosok Margaret Thacher, tapi Boami.... Ya, itulah nama nenekku, Si Wanita Besi yang sebenarnya!!

------------------

------- Kakek ku meninggal karena diracun oleh oknum PKI. Menurutku, diracun itu sama saja dengan dibunuh!!!... Kakek ku adalah seorang tokoh Islam yang berpengaruh didaerah tempat tinggalku dan sekaligus seorang "pokrol", sebutan untuk seorang pengacara waktu itu. Dari cerita Bapak (saat kakek meninggal, bapak ku masih berumur 6 tahun) itulah alasan mengapa kakek menjadi salah satu korban keganasan orang-orang PKI tahun 1963. hem,..... PKI memang dikenal memusuhi tokoh-tokoh agama, khususnya tokoh-tokoh agama Islam. Ustad, pak Kyai adalah musuh utama mereka. Kakek diracun saat jamuan makan dalam acara hajatan dirumah salah satu warga desa. Kakek akhirnya meninggal dirumah tanpa sempat untuk dilarikan kerumah sakit, waktu meniggalnya kakek hanya berselang 3 jam setelah kakek menyantap makanan yang telah diberi racun....., begitulah kisah tragis kakeku, sekarang, aku hanya bisa berdoa semoga beliau diberi tempat yang paling pantas disisi-Nya.... amin

-----to be continue------